Kepunahan Masal
Kepunahan masal merupakan suatu peristiwa musnahnya sebagian besar mahluk hidup yang ada di bumi diakibatkan suatu peristiwa yag mahadahsyat. Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan, diperkirakan ada lima kejadian yang dapat menyebabkan terjadinya kepunahan masal, yaitu kepunahan masal yang terjadi sekitar 443 juta tahun yang lalu (Ordovisium akhir), kepunahan masal yang terjadi sekitar 374 juta tahun yang lalu (Devon akhir), kepunahan masal yang terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu (Perm – Trias), kepunahan masal yang terjadi sekitar 201 juta tahun yang lalu (Trias Akhir), dan kepunahan masal yang terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu (Kapur – Tersier). Namun, hanya ada dua kepunahan masal yang masih menjadi perdebatan sebagian besar ilmuwan di dunia, yaitu kepunahan pada Perm Akhir dan kepunahan Akhir kapur.
Ada berbagai pandangan bagaimana bumi bisa mengalami suatu kepunahan masal. Sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa kepunahan masal terjadi karena adanya tumbukan meteor. Ada juga yang meyakini bahwa kepunahan masal diakibatkan karena letusan gunung raksasa dan berbagai kemungkinan yang lain.
Kepunahan Masal sekitat 250 juta tahun yang lalu
Pada tahun 2003 telah ditemukan sebuah bukti yang menyatakan bahwa ada sebuah kepunahan masal (sekitar 250 juta tahun yang lalu) terjadi jauh sebelum terjadinya kepunahan masal yang mengakibatkan punahnya dinosaurus (sekitar 65 juta tahun yang lalu). Bukti-bukti tersebut berupa butir-butir mineral langka pada lapisan batuan kuno di Kutub Selatan. Mineral tersebut diperkirakan merupakan pecahan material asing yang menumbuk bumi. Menurut Asish Basu, ahli geokimia dari Universitas Rochester, Now York, kepingan - kepingan meteorit tersebut berumur sekitar 251 juta tahun yang lalu (Perm – Trias), suatu waktu yang menunjukkan musahnya 90% kehidupan laut dan 70% kehidupan darat.
Kalau memang perkiraan ini benar, maka telah terjadi kepunahan masal yang disebabkan oleh tumbukan material asing yag berukuran sangat besar dengan bumi jauh sebelum terjadinya kepunahan masal yang menyebabkan musnahnya dinosaurus.
Kemudian Peter Ward menguatkan perkiraan tersebut dengan ditemukannya penemuan bari. Menurut Peter Ward, kepunahan ini diperkirakan merupakan kepunahan terbesar yang pernah terjadi di bumi.
Kepunahan Masal sekitar 65 juta tahun yang lalu
Muncul berbagai teori yang menjelaskan bagaimana proses terjadinya kepunahan masal yang mengakibatkan musnahnya dinosaurus sekitar 65 juta tahun yang lalu. Walaupun sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa kepunahan masal tersebut disebabkan karena tumbukan meteor, namun fenomena tersebut tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Pada tahun 1980, Walter dan Luis Alvarez yang merupakan pasangan ayah dan anak mengemukanan sebuah teori yang mengatakan bahwa dinosaurus punah pada Kapur Akhir (sekitar 65 juta tahun yang lalu) yang disebabkan tumbukan komet.
Bukti yang menunjukan kebenaran teori tersebut:
1. Lapisan Iridium ditemukan diberbagai daerah di seluruh dunia pada lapisan berumur sekitar 65 juta tahun yang lalu.
2. Impact debris, termasuk semua batuan dengan ciri pressure-shocked tersebar di seputar globe.
3. Kawah benturan berumur sekitar 65 juta tahun yang lalu ditemukan terkubur di Semenanjung Yucatan, Mexico, yang disebut kawah Chicxulub. Diperkirakan diameter kawah tersebut mecapai 10 km.
Kemudian teori ini berkembang. Teori selanjutnya menjelaskan bahwa tabrakan tersebut menyebabkan debu berhamburan dan menutupi matahari dalam waktu yang sangat lama sehingga temperature menjadi turun. Kondisi yang seperti itulah yang menyebabkan musnahnya dinosaurus dari muka bumi.
Teori Bantahan kepunahan diosaurus
Profesor Keller (2004) berpendapat bahwa tabrakan komet bukan merupakan peyebab lagsung dari musnahnya dinosaurus dari muka bumi. Tumbukan meteor tersebut diperkirakan terjadi 300.000 tahun sebelum diosaurus punah. Tumbukan meteort tersebut menimbulkan iklim dingin, namun tidak menyebabkan punahnya dinosaurus. Kepunahan dinosaurus justru disebabkan karena pemanasan global yang terjadi akibat letusan gunung raksasa yang ada di wilayah Decca, India. Pemanasan tersebut menyebabkan stress dan membunuh mereka. Namun diperkirakan terjadi tumbukan meteor yang kedua di dasar Samudera Hindia. Justru tumbukan yang kedualah yang menyebabkan dinosaurus punah.
Bantahan lain dikemukakan oleh Jacqueline Kozisek dari Universitas Orleans, AS. Pada akhir 2004 telah ditemukan penemuan penting yang membantah teori yang dikemukakan oleh pasangan ayah dan anak, Walter dan Luis Alvarez. Penemuan tersebut berupa amber yang di dalamnya berisi jasad lebah madu berumur sama dengan masa hidup dinosaurus. Lebah madu tersebut mempunyai ciri-ciri serupa dengan lebah madu saat ini. Dengan penemuan tersebut, diperkirakan lebah madu tersebut selamat dari kepunahan masal. Lebah madu dapat hidup pada temperature 31 - 34ºC, sedangkan teori Alvarez tentang iklim dingin mempunyai temperature berkisar antara 7 - 12ºC. Jadi secara teori umum, lebah madu tidak mungkin hidup pada temperature seperti itu. Penemuan tersebut sekaligus mejadi sebuah bantahan teori yang mengatakan bahwa kepunahan masal terjadi karena iklim dingin.
Teori tandingan yang kuat justru datang dari dua orang ilmuwan, Kump dan Arthur. Teori tersebut ditentukan berdasarkan analisis biomarker. Berawal dari meingkatnya aktifitas gunung berapi yang menghasilkan CO2 dan metan ke atmosfir dengan jumlah yang melimpah. Kemudian terjadi rapid global warming yang menyebabkan kondisi bumi menjadi lebih hangat. Dengan keadaan seperti itu, maka kemampuan laut untuk menyerap oksigen dari atmosfer menjadi berkurang. Keadaan laut yang seperti itu menyebabkan kesetimbangan chemocline menjadi terganggu membentuk permukaan chemocline mengerucut dengan kolom upwelling. Green & purple sulfur bacteria berkembang secara melimpah, sementara mahluk hidup yang bernafas dengan oksigen musnah. H2S naik dan menyembur ke permukaan dan membunuh mahluk daratan. Semakin lama, H2S semakin naik ke atmosfer, merobek lapisan ozon, dan akhirnya, radiasi sinar UV menerobos melalui celah perisai ozon dan membunuh hampir semua mahluk hidup yang ada di permukaan bumi.
Senin, 15 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar